Persahabatan

Renungan Harian, 22 November 2018

1 Samuel 23:14-18

Persahabatan adalah salah satu karunia hidup yang terbesar. Sahabat sejati membawa kebaikan yang tertinggi bagi sahabat-sahabatnya, dengan maksud supaya mereka bisa mengenal Allah dan mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran mereka. Dietrich Bonhoeffer, seorang pendeta dan martir asal Jerman, pernah berkata, “Tujuan persahabatan semata-mata ditentukan oleh kehendak Allah atas sang sahabat itu.”

Yonatan, sahabat Daud, menjadi teladan yang luar biasa dari persahabatan sejati. Daud sedang berada di pengasingan, bersembunyi di padang gurun Zif, ketika menyadari bahwa “Saul telah keluar dengan maksud mencabut nyawanya” (1Sam. 23:15). Yonatan pun pergi ke Koresa untuk menemui Daud. Arti penting dari peristiwa ini terletak pada niat Yonatan: Ia menolong Daud untuk mendapatkan kembali kekuatan di dalam Allah, atau seperti disebutkan Alkitab, “Ia menguatkan kepercayaan Daud kepada Allah” (ay.16).

Itulah inti persahabatan Kristen. Lebih dari berbagi minat bersama, lebih dari berbagi kasih sayang, lebih dari berbagi sukacita dan tawa, tujuan utama persahabatan adalah menaburkan firman hidup yang kekal di dalam hidup orang lain, mengingatkan mereka pada hikmat Allah, menyegarkan kembali jiwa mereka dengan firman tentang kasih- Nya, dan mengokohkan iman mereka kepada Allah.

Berdoalah bagi sahabat Anda dan mintalah kepada Allah untuk memberi Anda perkataan yang tepat dan pada saat yang tepat untuk menolong mereka memperoleh kekuatan baru di dalam Allah dan firman-Nya. (AB)

Post Terkait