Renungan Harian, 28 Juni 2019
Kisah Para Rasul 9 : 1 – 9a

“ Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya” (Kisah Para Rasul 9 : 19a)

Nats kali ini berkisah tentang pertobatan dari Paulus. Ia yang sebelumnya bernama Saulus, merupakan orang yang sangat kejam bahkan ia membunuh semua orang yang percaya kepada Yesus. Ia mengancam dan membunuh anak Tuhan dan ia karena kebencian di dalam hatinya terhadap anak Tuhan sampai membawanya kepada Imam Besar kala itu untuk mendapatkan surat ijin untuk menangkap setiap anak Tuhan. Namun teguran Tuhan akhirnya membuat ia berbalik dan bertobat

Dalam perjalannya ke Damsyik, ia melihat sebuah cahaya terang dan Tuhan Yesus menegurnya dan membawanya untuk segera pergi ke dalam kota. Karena cahaya yang sangat terang itu, membuat matanya buta dalam waktu tiga hari lamanya, sehingga ia harus dituntun untuk masuk ke dalam kota. Kemudian dengan tuntuntan Tuhan kepada Ananias, Saulus tinggal di rumah Yudas dari Tarsus dan pada akhirnya Saulus dibaptis.

Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari dari kisah pertobatan Saulus :

  1. Tuhan Yesus adalah Tuhan yang sangat bertanggungjawab kepada kita. Ia mengerti kekuatan kita dan akan memberikan kekuatan kepada kita, ketika kita tetap memilih hidup di jalanNya. Saulus adalah orang yang sangat kuat dan berkuasa, namun ketika Tuhan menjamahnya ketika berjalan ke Damsyik, akhirnya Saulus bertobat. Perjumpaan dengan Tuhan Yesus melalui cahaya terang telah mengubah hidupnya. Ia bertobat dan bertobat berarti berbalik kepada Allah.
  2. Tuhan membuat matanya buta selama tiga hari, namun pada ayat 15 dan 16 menjelaskan bahwa Tuhan Yesus telah memperlihatkan kepada Saulus bahwa ia adalah pilihanNya untuk memberitakan Injil Kerajaan Surga dan Tuhan juga memberitahukan kepada Paulus tentang apa yang akan dideritanya oleh karena nama Tuhan. Artinya, ia memang buta, namun tidak buta secara hati, karena pada saat ia mengalami kebutaan, Tuhan Yesus memberitahukan kepadanya apa yang harus ia lakukan.
  3. Ananias adalah seorang yang sangat patuh kepada Tuhan dan ketika Tuhan berbicara kepadanya untuk datang kepada Saulus, ia menurut kepada Tuhan, walau ia tahu kalau Saulus adalah penjahat. Namun ia percaya penuh kepada perkataan Tuhan kepadanya. Ia datang ke tempat Saulus dan menumpangkan tangan kepadanya dan setelah itu selaput gugur dari matanya dan ia mampu kembali melihat

PERMATA, betapa banyaknya kejadian yang akan terjadi ketika kita memilih untuk bertobat. Bertobat berarti berbalik kepada Allah. Namun kejadian yang akan kita alami akan selalu mendatangkan kebaikan bagi kita. Sama seperti Saulus, ketika ia bertobat, Tuhan Yesus bahkan telah menunjukkan apa yang harus ia derita karena nama Tuhan, namun komitmen Saulus untuk tetap bertobat tidak goyah, karena dalam pertobatan, ia merasakan sebuah kekuatan yang luar biasa sedang menaunginya. Sama seperti Saulus, ketika kita telah mengikut Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, kita harus percaya segala sesuatu yang terjadi di dalam diri kita adalah untuk medantangkan kebaikan. Jangan lagi menoleh ke belakang, sebaliknya ketika kita telah berbalik kepada Tuhan, lakukanlah pekerjaan pelayanan yang Tuhan inginkan, karena akan selalu ada kekuatan yang baru untuk kita dimampukan Tuhan menghadapi segala sesuatu.

Post Terkait