Renungan Harian, 20 Oktober 2018
Galatia 3 : 1

Hai orang orang Galatia yang bodoh, siapakah yang telah mempesona kamu ? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah dilukiskan dengan terang di depanmu ?
Well, ayat ini mengajarkan hal baru bagiku bahwa kekaguman terbesar kita harus-lah kepada Yesus Kristus. Mempesona mengidentikkan sebuah kekaguman. Kalau reaksi spontanitasnya mungkin kita akan say : Woow..!! Amazing..!
Kekaguman kepada Yesus juga harus diaplikasikan dalam kehidupan kita. Salah satu bentuk kekaguman kita kepada Yesus adalah dengan merenungkan firmanNya siang dan malam, sehingga kita akan mampu berbuah dalam kehidupan, seperti pohon yang dialiri air, yang berbuah pada musimnya dan tak pernah layu daunnya, dan pada akhirnya, apa yang kita kerjakan pasti berhasil.
Kekaguman kepada Yesus juga tidak didasarkan pada hal-hal lahiriah tetapi rohaniah, karena Tuhan Yesus adalah Roh dan barangsiapa ingin menyembah Dia harus menyembah dalam Roh dan kebenaran, TANPA melalui mediator apapun. Jika hal lahiriah menjadi prioritas kita, maka iman akan terabaikan. Kebenaran yang dimaksud adalah Firman Tuhan, karena Firman Tuhan berisi kebenaran yang bersifat mutlak dan yang mampu menjadikan kita rohani hanya-lah dengan Firman Tuhan. Firman Tuhan itu adalah segala tulisan yang diilhamkan Allah yang berguna untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan mendidik kita dalam kebenaran (2 Timotius 3 : 16) . Menyembah Yesus juga berarti memiliki hidup yang berkenan kepada Tuhan dan itu terlihat dari sikap dan tujuan hidup kita.
Mengagumi Yesus juga berarti hidup dengan iman kepada Yesus dan kehidupan beriman ini sangat penting (1 Yohanes 5 : 3 – 4).
Bukankah iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan ?
(Roma 10 : 17)

Post Terkait