Sampai Pada Akhirnya

Renungan Harian, 2 September 2018

Yakobus 1:9-16 

Penduduk negri tirai bambu memiliki prinsip:  selalu ada peluang di setiap masalah. Prinsip itu membawa negri berpenduduk lebih dari semilyar ini menjadi raksasa ekonomi terbesar dunia setelah Amerika Serikat dan Jepang. Mereka selalu bisa melihat peluang di setiap kesempatan sama seperti Jepang yang membuat mobil yang efisien, hemat bahan bakar juga muat banyak penumpang untuk menggantikan mobil buatan negeri paman Sam yang  terlalu besar dan boros. Negeri Tirai bambu tidak mau kalah.  Mereka membuat motor roda tiga yang bisa masuk gang-gang kecil, bahkan bisa dimodifikasi menjadi moda transportasi seperti truk sampah, tempat berjualan sayur, sampai  ambulan mini. Bagi mereka, kegagalan adalah langkah menuju keberhasilan.

Kerja keras, kesungguhan, kejujuran, kesetiaan dan pengharapan pada awalnya adalah inspirasi dari kekristenan. Semangat itu telah diambil oleh banyak negara untuk kehidupan yang lebih baik. Kita yang juga mewarisi semangat yang sama harus lebih baik lagi menggunakannya. Mungkin bukan menjadi yang terhebat, tetapi mari lakukan semua aktivitas kehidupan dengan motivasi kesungguhan itu. Sudah bukan saatnya mengeluh atas peliknya hidup. Mari ciptakan kesempatan dan kehidupan yang baik. Lakukan yang harus dilakukan sekarang. Konon hidup berawal dari mimpi yang diwujudkan dalam kerja dan aktivitas. Hal belajar, bekerja, berpelayanan yang sungguh-sunguh dan setia dengan kejujuran tinggi adalah ikon hidup meniru Kristus. Tetaplah bersaksi melalui kebaikan-kebaikan yang bisa kita lakukan untuk sesama. Tidak menyerah dalam menjalani kehidupan, belajarlah melihat bahwa di setiap pencobaan, selalu ada kesempatan untuk menjadi berkat. Yakinlah bahwa di dalam kehidupan ada sukacita dan berkat yang segera ditunjukkan kepada siapapun yang menjalaninya dalam kesungguhan dan ketaaatan kepadaNya sampai pada akhirnya.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.