Sederhana

Renungan Harian, 23 November 2018

2 Korintus 1:12-14

James Madison, presiden keempat Amerika Serikat, memiliki peran penting dalam penyusunan Undang-Undang Dasar AS. Ia memberikan peringatan agar hukum yang disusun itu tidak “terlalu panjang sehingga tidak terbaca, atau terlalu membingungkan sehingga tidak terpahami.” Setelah membaca sejumlah formulir pemerintah yang berbelit-belit isinya, rasanya saran tersebut masih penting untuk diperhatikan sekarang.

Terkadang ketika saat kita bersaksi atas kebenaran firman Tuhan, kita memperumit apa yang sebenarnya sederhana itu. Kita bersyukur karena Alkitab menyaksikan kabar baik tentang keselamatan itu dengan jelas dan dalam bahasa yang mudah dipahami. Yesus berkata kepada Nikodemus, seorang ahli Farisi yang terpelajar, bahwa “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yoh. 3:16). Dia kemudian berkata, “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (14:6). Dengan lugas, Rasul Paulus berkata kepada sipir penjara di Filipi yang menanyakan cara untuk bisa diselamatkan: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kis. 16:31).

Kisah kasih Allah yang mulia itu sederhana saja. Dia mengutus Putra-Nya untuk menyelamatkan kita dari dosa dan kematian. Suatu kabar luar biasa yang bisa dimengerti oleh anak-anak sekalipun. (AB)

Post Terkait