Setia Pada Proses-Nya

Renungan Harian, 06 September 2018

Lukas 1 : 5-25

Dalam Ayat 5 -17, menjelaskan bagaimana Tuhan mengabulkan doa Zakharia dan Elisabeth. Sama seperti Zakharia dan Elisabaeth, Tuhan juga akan dan sudah banyak mengabulkan doa-doa kita. Ini membuktikan bahwa Tuhan berkenan kepada kita, anak anakNya. Lebih lanjut, jika kita tetap setia, lihatlah bagaimana Tuhan menjawab doa Zakharia dan Elisabeth LEBIH daripada yang mereka bayangkan. Mereka hanya berdoa mendambakan seorang anak, tetapi Tuhan bukan saja mengabulkan, tetapi anak yang akan hadir akan menjadi anak yang besar, yang membawa banyak jiwa untuk berbalik kepada Tuhan dan LEBIH DASYATnya lagi, Ia akan menjadi anak yang akan mendahului Tuhan. Luar biasa kan Tuhan kita, kita minta satu diberikan SELURUHNYA YANG TEBAIK. So, yuk kita belajar tetap setia dalam doa, iman dan pengharapan.

Ayat 17 -20, mengisahkan tentang keraguan Zakharia dan Tuhan akhirnya menjadikan ia bisu hingga anaknya lahir kedunia. Dari ayat ini, kitamampu untuk belajar percaya kepada Tuhan seratus persen. Ketika meminta, marilah kita belajar untuk meminta dengan iman, ketika meminta dengan IMAN, maka Logika HARUS NOL, dan percaya TIDAK ADA YANG MUSTAHIL bagi TUHAN. (Lukas 1 : 37), supaya kita tidak dihukum, seperti Zakharia.

Namun ada hal menarik yang bisa dipetik yaitu, ketika Tuhan menghukum Zakharia dengan menjadikannya bisu, sebenarnya Tuhan ingin menyelamatkan dia. Tuhan menjadikannya bisu, agar ia tidak menceritakan keraguannya kepada orang banyak yang akan menjadikan mereka meragukan Tuhan. Sepertinya teguran Tuhan tidak enak ya, tetapi ternyata berguna untuk menyelamatkan kita dari dosa.

Dan karena iman percayanya, akhirnya Tuhan menghapuskan aibnya di depan banyak orang.

Well, terkadang kita diperhadapkan dengan hal yang seperti ini. Kita sudah percaya kepada Tuhan, tetapi terkadang orang melihat kehidupan kita yang biasa-biasa saja, tidak spektakuler bahkan selalu dirundung masalah. Orang banyak mulai meragukan Tuhan kita, tetapi dari pasal ini kita boleh belajar, jika kita sudah melibatkan Tuhan dalam setiap kehiupan kita namun hidup masih dalam pergumulan, maka  tetaplah setia sampai kesudahan-nya kepada Tuhan (Matius 24 : 13). Percayalah, kita sedang dalam proses didikan Tuhan (Ibrani 12 : 5-6) dan itu artinya Tuhan sedang memperhitungkan ktia sebagai anakNya. Manusia hanya mampu melihat yang di depan mata, tetapi Allah melihat kedalam hati, yang tak mampu dilihat oleh dunia.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.