Setiap Momen Berarti

Renungan Harian, 14 Januari 2018

Filipi 1:12-24

Ketika saya bertemu seorang wanita lanjut usia, ia telah hidup lebih lama dari semua sahabat dan kerabatnya. “Bagian tersulit dari bertambah tua,” katanya kepada saya, “adalah melihat satu demi satu kenalan kita berpulang dan meninggalkan kita.” Suatu hari saya bertanya kepada beliau apa yang membuatnya bertahan dan bagaimana ia mengisi waktunya. Ia menjawab dengan mengutip sebuah ayat Kitab Suci yang ditulis Rasul Paulus: “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” (Flp. 1:21). Kemudian ia berkata, “Selagi masih diberi nafas, masih ada yang harus kulakukan. Jika kondisiku baik, aku bisa bercerita tentang Yesus kepada orang-orang; jika kondisiku menurun, aku masih bisa berdoa.”

Penting untuk diketahui bahwa Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi saat ia berada di dalam penjara. Ia mengakui kenyataan yang dipahami oleh banyak orang Kristen menjelang kematian mereka: Sekalipun surga tampak begitu memikat, sisa masa hidup yang masih kita miliki di bumi sangatlah berarti bagi Allah.

Seperti Paulus, wanita lansia yang saya temui tadi, menyatakan atas kesadarannya, bahwa setiap tarikan nafasnya merupakan kesempatan untuk melayani dan memuliakan Allah. Jadi, beliau mengisi hari-harinya dengan mengasihi orang lain dan memperkenalkan mereka kepada Juruselamatnya.

Dalam momen-momen tergelap sekalipun, kita sebagai orang Kristen dapat berpegang pada janji bahwa kita akan menerima sukacita abadi bersama Allah di surga kelak. Namun, selama kita masih hidup, marilah kita menikmati hubungan yang erat dengan-Nya. Dia menjadikan setiap momen dalam hidup kita berarti. (AB)

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.