Sikap Dalam Melayani

Renungan Harian, 12 Agustus 2018
1 Korintus 16 : 10 - 18

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari Nats ini :

1. Ayat 10  menceritakan tentang kedatangan Timotius. Pesan ini disampaikan kepada jemaat di Korintus agar mereka tidak menakut nakuti Timotius ketika ia datang. Timotius adalah seorang murid Paulus yang paling muda. Karena itu, Paulus mengingatkan jemaat di Korintus dalam suratnya agar jemaat tidak menakut nakuti.

=> Sikap yang mampu kita pelajari dari ayat ini adalah hendaknya dalam melayani, seorang pelayan Tuhan tidak takut dan menakut nakuti, tetapi sebaliknya, beritakanlah Firman Tuhan. Seorang pelayan akan memberitakan Firman dengan cara yang tidak menakut nakuti tetapi memberitakan dengan sukacita namun tegas.

2. Ayat ke 11 menyatakan agar jangan ada seorangpun menganggap kita rendah terlebih karena kita muda. Ayat ini menegaskan kepada jemaat agar apabila Timotius datang, janganlah jemaat menganggapnya rendah karena ia muda, sebaliknya tolonglah dia, supaya ia kuat dan mampu melanjutkan perjalanan dengan selamat.

=> Sikap yang mampu kita pelajari adalah, jadilah pelaku Firman, bukan hanya menjadi pendengar, tetapi juga menjadi pelaku yang berbuah dalam tindakan.

3. Ayat 12 menjelaskan tentang keadaan jemaat :
Jemaat Korintus adalah jemaat yang telah mendengar kabar baik dan telah mendapatkan pemberitaan Injil, namun belum mampu menjadi pelaku Firman. Mereka masih saja membeda bedakan ajaran-ajaran agama yang sebenarnya pada porosnya adalah sama. Apolos adalah sebuah ajaran yang berkembang pada saat itu dan ada juga ajaran yang mereka sebut ajaran Paulus. Mereka membedakan ajaran Apolos dan Paulus yang sebenarnya pada hakikatnya adalah sama (1 Korintus 1 : 12 -13 ; 1 Korintus 3 : 5-6; Kisah Para Rasul 18 : 27 – 28). Dalam 1 Korintus 3 : 6 dikatakan, Aku, dalam hal ini adalah Rasul Paulus menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberikan pertumbuhan. Maksudnya sangat jelas bahwa Tuhan Yesus-lah sebenarnya poros utama dari setiap ajaran yang ada, tetapi mereka seakan akan membedakannya.

=> Pada zaman sekarang, banyak sekali bertumbuhnya Gereja, namun pada hakekatnya muaranya tetaplah sama, yaitu Injil. Jadi, sikap yang benar dalam menjadi pelayan Tuhan adalah kita tidak boleh membenci atau alergi terhadap ajaran-ajaran diluar Gereja kita, selama ajaran itu masih berpegang teguh sesuai dengan Firman Tuhan, sebaliknya kita harus saling menghormati. Karena Firman Tuhan berkata ” Imanmulah yang menyelamatkan engkau”.

4. Ayat yang ke 13 diakatakan berjaga jagalah! Berdirilah dengan  teguh dalam iman! Bersikaplah sebagai laki laki! Dan tetaplah kuat!
Maksud dari ayat ini adalah hendaklah kita tetap menjaga iman kita agar bertumbuh dalam Kristus. Bersikap sebagai laki laki bukan berarti kita semua harus menjadi laki laki atau ayat ini hanya ditujukan bagi laki laki. Dalam 1 Samuel 4 : 9 menjelaskan bahwa laki laki tugasnya adalah untuk berperang. Artinya dalam berperang harus ada sikap berani, tegas dan tidak takut pada tantangan. Jadi begitulah harusnya sikap seorang pelayan Tuhan.

5. Ayat 14 menjelaskan tentang lakukanlah segala pekerjaanmu dengan kasih. Dalam Matius 7 : 12 dan Yohanes 13 : 34 – 35 adalah beberapa contoh sikap yang menjelaskan bagaimana kasih berbuah dalam aplikasi kehidupan.

6. Ayat 15 dan 16 mengajarkan kepada kita untuk tetap setia dan mengabdikan diri dalam pelayanan yang kita lakukan. Stefanus adalah orang yang merupakan bagian dari salah satu jemaat yang pertama bertobat di Akhaya. Akhaya adalah sebuah kota di Korintus. Jadi Rasul Paulus berpesan Ikutiah dia.

=> Dalam pelayanan, sikap lain yang harus dimiliki seorang pelayaan adalah pengabdian diri. Kemudian, hendaknya seorang pelayan Tuhan taat dan fokus kepada Firman dan menghormati hamba Tuhan yang menyampaikan Firman.

7. Dalam ayat ke 17 menjelaskan kepada kita, hendaknya setiap pelayan Tuhan saling menghargai.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.