Renungan Harian, 14 Maret 2019
Filipi 3 : 1 - 16
Nats ini mengajarkan kepada kita untuk tetap bersukacita karena Firman Tuhan. Sukacita terhadap Firman sangat dalam sekali artinya. Sukacita karena Firman artinya kita mampu tetap konsisten dalam sukacita karena Tuhan. Banyak masalah tidak akan mempengaruhi sukacita kita, karena fokus kita tetap Tuhan, belum ketemu jodoh tidak akan mengurangi sukacita kita, karena fokus kita tetap Tuhan dan FirmanNya. Patah hati tidak akan mengurangi intensitas sukacita kita,karena fokus kita tetap Tuhan dan firmanNya..
Seorang hamba Tuhan dalam sharinga Firman Tuhan pernah berkata begini : “Semakin banyak masalah dan pergumulan kehidupan kita, maka kita harus semakin bergaul erat dengan Tuhan melalui firmanNya. Jangan terlalu sering membicarakan masalah namun sebaliknya, teruslah berbicara tentang Firman Tuhan, maka pada saatnya, Firman Tuhan itu sendirilah yang akan MEMBAKAR setiap masalah yang ada. Lakukan saja kapasitas kita. Dalam kitab Efesus dikatakan Firman Tuhan itu adalah PEDANG ROH. 
Hal terberat dalam hidup ini sebenarnya hanyalah satu, yaitu ketika kita tidak mampu menerima keadaan atau sebuah peristiwa yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Karena itu kita selalu membutuhkan Tuhan melalui firmanNya untuk mendapatkan solusi dari setiap masalah yang ada.
Nats ini juga mengingatkan kita untuk berhati-hati terhadap ajaran palsu. Pada zaman sekarang ini, kejahatan tidaklah hanya kejahatan yang kelihatan saja seperti membunuh, berzinah, selingkuh, berbohong, menipu dan yang lainnya tetapi kita juga harus menyadari ada yang namanya kejahatan yang seolah-olah bersifat rohani.
Sering sekali kita berkata begini : Dalam Yohanes 3 : 16 kan dikatakan “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini…”, lalu kita mulai berfikir “ahh.., kan sayangnya Tuhan samaku”, lalu dengan segampang-gampangnya kita SENGAJA berbuat dosa dengan alibi “ahh, setelah buat dosa kan bisa minta maaf, minta ampun, trus besok besoknya buat lagi minta ampun lagi” lalu muncul alibi yang baru lagi “Ahh ngertinya Tuhan itu..”. Pandangan seperti ini jelas sekali salah.
Ketahuilah, kasih Allah itu memang setinggi langit di atas bumi, tapi hanya bagi orang orang yang takut akan Dia (Mazmur 113 : 1).
Setiap hari kita memang tanpa sadar selalu berbuat dosa dan kita memang butuh pengampunan dari Tuhan, tetapi BUKAN dosa yang DISENGAJA. Karena ketika kita sudah tahu salah, tetapi masih dibuat juga, coba cek dalam Ibrani 10 : 26 – 27 apa yang akan terjadi. Jadi, segeralah bertobat dan jangan lakukan lagi (Kisah Para Rasul 3 : 19).
PERMATA, mari kita menyadari dosa-dosa kita dan sudah seharusnya kita merasa malu karena dosa kita bukan malah malu untuk membahas Alkitab dan memberitakan Injil. Jangan terbalik lah.

Post Terkait