Renungan Harian, 30 Maret 2019
Hakim Hakim 3 : 7 - 8
Otniel adalah seorang penyelamat bagi bangsa Israel pada zaman hakim-hakim setelah Yosua mati. Setelah berakhirnya kepemimpinan Yosua, bangsa Israel seperti kehilangan arah. Mereka menjadi bangsa yang menyembah tidak kepada Tuhan Allah yang membebaskan mereka dari bangsa Mesir, tetapi mereka malah menyembah allah lain yaitu baal dan asytoret.Ayah otniel bernama Kenas, dan isterinya bernama Akhsa. Akhsa adalah sebuah hadiah yang diberikan oleh Kaleb ayahnya sesuai dengan apa yang dijanjikannya yaitu “Siapa yang mampu merebut Debit (sebuah kota), kepadanya Kaleb memberikan anaknya untuk dijadikan sebagai seorang isteri dan tidak hanya itu, ia juga diberikan hadiah tanah yang gersang dan mata air di wilayah mereka (Hakim-Hakim 1 : 12 – 15).
Berulangkali Tuhan murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh mereka. Namun Tuhan tetap mengasihi dan ingin menolong mereka dalam murkaNya dan memberikan hakim hakim kepada mereka, namun tetap saja bangsa ini menjadi bangsa yang keras kepala dan tetap menyembah allah lain, ketika hakim yang dipilih Tuhan telah mati. Ketika Tuhan kembali murka kepada mereka karena menyembah allah lain, Tuhan menyerahkan mereka kepad Kusyan-Risyatim, raja Aram-Mesopotamia. Bangsa Israel harus tunduk kepada raja delapan tahun lamanya.
Setelah merasa terdesak, kemudia bangsa ini berseru kepada Tuhan, dan kembali Tuhan mengasihi bangsa ini dan memberikan Otniel dan Roh Tuhan menghinggapi dia. Dan melalui kepemimpinanNya, Tuhan menyerahkan musuh mereka kepada bangsa Israel. Lalu amanlah negeri itu di dalam kepemimpinanNya, karena ia berkenan kepada Tuhan, selama empat puluh tahun lamanya.
Yuk, belajar untuk memiliki ketegasan sikap Otniel yang tetap berpegang teguh pada ketetapan Tuhan walau di sekelilingnya pun adalah orang-orang yang tidak setia. Jadilah teladan dan lihatlah apa yang Tuhan berikan ketika kita tetap setia, Tuhan memberkati tidak hanya Otniel tapi bangsa Israel selama kepemimpinannya empat puluh tahun.

Post Terkait