Baca : Mazmur 103:1-22

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”  Mazmur 103:2

Coba renungkan sejenak:  berapa kali kamu mengalami pertolongan dari Tuhan di sepanjang hidup ini?  Berapa kali kamu mengalami jalan buntu dan Tuhan membukakan jalan bagi kita?  Berapa kali doa-doa kamu dijawab oleh Tuhan?  Berapa kali kamu mengalami sakit dan disembuhkan oleh Tuhan?  Berapa kali kamu diluputkan dari marabahaya atau malapetaka?  Berapa kali kamu membuat kesalahan dan Tuhan mengampuninya?  Tak terbilang banyaknya, kita takkan sanggup menghitung apa yang telah Tuhan perbuat dalam kehidupan kita, hari lepas hari.  Karena itu pemazmur mengingatkan,  janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!”  (ayat nas).

Namun teramat banyak orang Kristen demikian terpaku pada masalah, kesukaran, kesulitan dan penderitaan yang dialami, sehingga mereka dengan mudahnya lupa dan tak pernah mengingat-ingat akan campur tangan Tuhan dalam hidupnya.  Sekalipun sudah menjadi raja  (berkedudukan tinggi)  dan punya segala hal untuk dibanggakan, Daud tak pernah melupakan perbuatan Tuhan:  Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”  (Mazmur 103:3-5).  Meski kita seringkali ingkar terhadap Tuhan dan tidak setia melakukan kehendak-Nya, Tuhan menunjukkan kesetiaan-Nya.  jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”  (2 Timotius 2:13).

Siapakah seperti Tuhan kita yang tak pernah berakhir kasih setia-Nya?  Di saat kita menghadapi pergumulan yang hebat, saat pertolongan manusia sudah tak mungkin diperoleh, Tuhan dengan penuh kasih mengulurkan tangan-Nya menolong kita, Ia tidak pernah menolak kita.  Mungkin kasih Saudara kepada Tuhan meredup karena masalah hidup, ingatlah selalu kasih mula-mula saat Saudara bertemu dan mengalami jamahan Tuhan untuk pertama kalinya!  Bukankah hati Saudara meluap dengan kasih kepada-Nya? (AB)

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”  Ratapan 3:22-23.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.