Renungan Harian, 03 Februari 2019
Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat dan kerendahan hati mendahului kehormatan

Amsal 15 : 33

Takut yang dimaksud bukanlah diartikan sebagai rasa takut akan sebuah ancaman atau gangguan namun takut akan Tuhan yang dimaksud adalah ketika kita sebagai anak-anak Tuhan mau menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Ini adalah sebuah sikap dan tindakan sebagai bentuk kita menghormati Tuhan sebagai yang tertinggi di dalam kehidupan kita.

Takut akan Tuhan adalah dalam ayat ini juga berarti kita, sebagai anak-anak Tuhan, menerima didikan yang Tuhan ajarkan kepada kita di dalam kehidupan. Tentu saja kita mengetahuinya dari setiap pembacaan dan mengerti Firman Tuhan. Ibrani 12 : 5 – 6 mengatakan “Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak : “Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkanNya, karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya dan Ia menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak”.

Dari ayat ini kita boleh belajar bahwa didikan Tuhan terkadang berbentuk hajaran dalam kehidupan, artinya bukan seperti latihan fisik/ badani tetapi lebih kepada latihan iman. Terkadang untuk melaluinya memang terkesan tidak mudah bagi kita, tetapi latihan iman itu dimaksud untuk kita boleh diasah hingga menghasilkan iman yang murni kepada Tuhan kita, Yesus Kristus. Ketika kita tetap berserah kepada Tuhan ketika didikan itu datang, maka Tuhan-lah yang akan memberikan kekuatan kepada kita untuk kita mampu melewatinya. Dan ketika kita telah berhasil melewatinya, Tuhan mengatakan “Hikmat”  yang dari Tuhan akan menjadi milik kita. Bila kita ingin melihat contoh orang yang diberikan hikmat dari Tuhan, kita boleh membaca salah satunya adalah Kitab Salomo. Begitu luar biasa hikmat yang diberikan Tuhan kepada Salomo dan hikmat yang dari Tuhan itulah yang mendatangkan kemasyuran kepadanya di seluruh negeri pada masa itu. Amsal 9 : 10 mengatakan “Permulaan Hikmat adalah takut akan Tuhan dan mengenal yang Maha Kudus adalah pengertian”.

Hikmat yang dari Tuhan akan memberikan kepada kita nasihat yang bijaksana dan mengingatkan bahkan menghukum kita ketika kita melakukan sesuatu yang tidak bijaksana. Selanjutnya, ketika kita telah menjadi anak yang Takut akan Tuhan, maka kerendahan hati akan menjadi kehormatan bagi kita. Artinya, kita akan selalu bertutur kata, bersikap dan bertingkah laku seturut dengan kehendak Tuhan sebagai bentuk kita menghormati Tuhan. Rendah hati dapat diartikan sebagai  seseorang yang mau terus menerus diperbaharui dalam segala hal oleh Firman Tuhan (Kolose 3 : 10).

PERMATA, sudahkah kita menjadi anak yang takut akan Tuhan ?

Post Terkait