Teguran Tuhan adalah Teguran Yang Mendidik

Renungan Harian, 15 Agustus 2018
2 Timotius 3 : 16

Segala tulisan yang diilhamkan  Allah  memang bermanfaat untuk mengajar,  untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. 

Segala tulisan yang diilhamkan Allah itu adalah Firman Tuhan, karena itu Firman Tuhan yang tertuang dalam Alkitab adalah kebenaran sejati.

Terkadang teguran Tuhan memang sangat keras dalam kehidupan. Ada kalanya, pada  awalnya memang sulit sekali untuk diterima, tetapi firman Tuhan hari ini akhirnya membuat kita mengerti. Ibrani mengatakan, kasih Tuhan itu adalah kasih yang menghajar dan menyesah orang yang diakuiNya sebagai anak (Ibrani 12 : 6), karena tidak ada seorang anak yang tidak dihajar oleh ayahnya. Hajaran ini bukan dimaksudkan pukulan atau kekerasan fisik, namun lebih kepada hajaran tentang kehidupan untuk membentuk karakter Kristus dalam diri kita. Tujuannya agar kita tidak menjadi anak gampangan (Ibrani 12 :8). Tidak menjadi anak gampangan maksudnya kita mampu tetap kuat dalam menghadapi berbagai terpaan dan kondisi yang mungkin tidak berjalan sesuai dengan rencana kita dan kita tetap yakin, kalau rencana Tuhan jauh lebih indah terjadi dalam kehidupan kita dibandingkan dengan rencana kita.

Terkadang Tuhan mengasihi kita dengan cara menyatakan kesalahan kita melalui pembacaan firman atau terkadang ada yang berbisik melalui hati kita. Jika kita peka hati kita akan selalu berkata “Itu salah” untuk setiap hal yang salah lengkap dengan mengingatkan kita tentang pasal dalam Alkitab yang mengatakan bila memang yang kita lakukan itu salah, walau terkadang kita tetap kekeh hingga pada akhirnya Tuhan membolak balikkan hati kita agar kita mau berubah. Tujuannya untuk mendidik kita dalam kebenaranNya sehingga kita mampu masuk dalam rencanaNya.

Ibrani 3 : 12 mengatakan kalau Firman Allah itu lebih tajam dari pedang bermata dua yang mampu memisahkan jiwa dan roh, sendi sendi dan sumsum. Ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

Dalam banget Firman Tuhan kan yaa ??

Jika kita sudah memiliki hubungan yang erat dengan Tuhan, bila kita berbuat salah, maka kita akan mengalami goncangan dari dalam diri dan hati kita, seperti sebuah peperangan hati..Seperti ada dua orang yang berbicara dalam pikiran, hingga akhirnya kita diingatkan sebuah Firman yang mendukung untuk menyatakan kesalahan itu. Kalau sudah begitu, jangan melawan Firman. Karena pada kesudahannya,Tuhan bilang hanya yang bertahan sampai kesudahannya-lah yang akan selamat.

Kehidupan adalah proses belajar secara terus menerus hingga Tuhan memangil kembali..
Orang yang berbahagia adalah orang yang Tuhan mau menegurnya, karena itu lah salah satu bukti kasih Tuhan. Tidak ada orang benar dan tidak pernah melakukan kesalahan di dunia ini selain Yesus yang  adalah Tuhan, tetapi orang yang berbahagia adalaah orang yang mau diperbaharui Tuhan secara terus menerus (Kolose 3 : 10).

Semangat PERMATA..! Kemauan untuk bangkit dari dosa dan kesalahan itulah yang menyenangkan hati Tuhan. TUHAN tidak akan lagi mengingat kesalahan kita jika kita mau berbalik ke jalanNya. Bukankah untuk setiap dosa dan pelanggaran kita, Tuhan Yesus telah berkata : Ya Bapa, ampunilah mereka..”

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.