Renungan Harian, 29 April 2019
1 Korintus 13 : 4 - 8
Kasih adalah hal yang harus tinggal dan ada di dalam diri setiap orang percaya. Paulus dalam kitab Korinti bercerita bahwa ketika orang tidak memiliki kasih di dalam dirinya, ia sama seperti gong yang berkumandang. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sekalipun seseorang mempunyai banyak karunia, tetapi ketika tidak ada kasih di dalam dirinya, maka ia sama sekali tidak berguna.
Dalam nats kita kali ini, sangat dijelaskan tentang apa itu kasih. Semua tentang kasih ada di dalam diri Tuhan Yesus. Kasih Yesus adalah kasih yang rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan banyak jiwa.
Firman Tuhan hari ini mengajak kita untuk mengenal kasih dan meneladani kasih Yesus bagi dunia. Meneladani kasih Yesus berarti menerapkan bagaimana kasih Yesus itu dalam kehidupan. Bukan mati di kayu salibnya, karena hanya Tuhan Yesus yang mampu melakukannya. Hanya orang yang tidak berdosa saja, yaitu Tuhan Yesus yang mampu menebus seluruh dosa manusia di atas kayu salib, namun meneladani kasih yang dimaksud adalah belajar mengasihi seperti apa yang Tuhan Yesus ajarkan dalam Kitab ini.
Kasih adalah bahasa terindah bagi dunia. Alkitab berkata, kasih Allah tidak pernah berkesudahan. Kasih Allah adalah sebuah kesempurnaan dalam kehidupan.
Iman pengharapan dan kasih. Dan yang paling besar diantaranya adalah kasih. Akan ada saat dimana iman dan pengharapan berhenti, karena setiap orang yang ber-iman dan ber-pengharapan kepada Yesus akan melihat dan bersama-sama dengan Tuhan Yesus secara tatap mata pada akhirnya, namun kasih adalah hal yang harus tetap ada dan tinggal di dalam orang-orang percaya.
Yuk, semakin belajar mengenal kasih Allah dan menerapkannya dalam kehidupan.

Post Terkait