Renungan Harian, 01 Juni 2019
Amsal 18 : 24

“Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib daripada seorang saudara”

Pada zaman sekarang ini, berteman sudah menjadi sebauh trendsetter di kalangan anak muda. Tak jarang, banyak sekali upload-an bagaimana kebersamaan dengan seorang teman dipublish seakan mereka bersyukur diberikan banyak sahabat. Tak jarang, halaman media social anak muda lebih banyak diisi bersama dengan teman dibandingkan dengan orangtua dan saudara sekandung sendiri.

Hari ini Kitab Amsal memperingatkan kita bahwa ada teman yang mendatangkan kecelakaan, berarti ada teman yang menginginkan kematian kita bukan malah memberikan kehidupan. Untuk itu, sebagai anak muda kita juga harus waspada dan berjaga-jaga.

Sebenarnya, ketika kita punya patron yang jelas dalam menentukan sebuah pertemanan dan persahabatan, tentu saja tidak terlalu sulit bagi kita untuk memiliki sahabat yang baik. Pertemanan yang sehat, tetap menjadikan Tuhan sebagai yang terpenting dalam hubungan persahabatan. Menjadikan Tuhan sebagai yang terpenting dapat berarti dalam bersikap segala sesuatunya harus berlandaskan Tuhan dan FirmanNya. Seorang sahabat yang baik akan menegur dengan kasih bila sahabatnya berbuat salah, karena pada akhirnya, tujuan dari sebuah persahabatan adalah untuk memuliakan Tuhan.

Jangan pernah mentolerir untuk setiap kesalahan yang dilakukan dengan alasan kasih. Ketika sahabat-mu tak lagi berjalan di dalam rel, tugas seorang sahabat adalah menegurnya dengan kasih, namun bila tidak berhasil, hal selanjutnya yang engkau lakukan adalah mendoakannya, bukan malah menjadi ikut bersama melakukan yang tidak baik. Rasa sayang terkadang memang kelihatan tegas, namun bila selalu bermuara dalam Kristus, segala sesuatu yang terjadi adalah untuk kebaikan. Jadilah tiang doa baginya, karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, karena seorang sahabat manruh kasih dalam setiap waktu dan menjadi sahabat dalam kesukaran (Amsal 17 : 17).

Post Terkait