Renungan Harian, 25 Juli 2019
Mazmur 62 : 2

“Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.”

Berbagai kejadian dunia akhir-akhir ini terkadang tanpa diduga dan seakan tidak masuk akal. Berbagai kejahatan yang terjadi juga seakan membuktikan bahwa kasih semakin menipis bahkan menghilang. Perkembangan dunia teknologi yang dalam hitungan detik, menjadikan manusia kehilangan kebersamaan dengan Allah. Orang tidak lagi mencari Allah dan kebenaranNya tetapi semakin menghidupi “dunia” yang ada di dalam dirinya. Keinginan daging, keinginan mata dan keangkuhan hidup semakin merajelela.

Firman Tuhan katakan dan mengingatkan kita pada hari ini untuk mendekat kepada Allah karena hanya dari Allah sajalah kita mendapatkan ketenangan. Mendapat ketenangan bukan berarti kita tidak akan diperhadapkan pada tantangan dan pergumulan, karena Tuhan menghajar orang yang dikasihiNya dan menyesah orang yang dianggapNya sebagai anak. Namun hajaran Tuhan yang terkadang berbentuk tantangan dan pergumulan akan terlewati dengan baik, ketika kita hidup di dalam Tuhan. Hati dan jiwa kita akan tetap tenang, ketika kita menyadari bahwa memang Tuhan memberikan hajaran kepada orang yang dikasihiNya untuk menghasilakn karakter Illahi di dalam diri kita.

Bila satu hari sebelumnya kita belajar untuk berserah kepada Tuhan dan tidak menjadi khawatir, maka hari ini kita belajar untuk menjadi pribadi yang tenang, karena bersama Yesus kita dimampukan.

Keselamatan yang kita peroleh dariNya bukanlah karena hasil usaha kita melainkan karena anugerah semata, karena itu pergunakan keselamatan yang ada pada kita untuk memberitakan kabar keselamatan bagi banyak orang juga.

Di dalam Tuhan kita memperoleh keselamatan sehingga kita akan menjadi dan dimampukan menjadi pribadi yang tenang di dalam kasihNya dalam menjalani kehidupan. Dalam rasa tenang aka nada iman, dalam rasa tenang ada kesabaran, dalam rasa tenang akan menjauhkan kita dari perbantahan, dalam rasa tenang akan ada harapan yang semakin menjadi nyata. Milikilah ketenangan di dalam Tuhan, karena Tuhan telah meninggalkan sukacita dan damai sejahtera untuk kita nikmati.

Post Terkait