Renungan Harian, 30 Oktober 2018

Yeremia 17 : 5

Beginilah Firman Tuhan : "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari TUHAN!
Jangan pernah anggap enteng Firman Tuhan. Jangan pernah anggap enteng iman-mu. Jangan pernah anggap enteng Tuhan. Jangan pernah anggap enteng kehidupan kerohanian-mu.
Kehidupan di dalam ROH Tuhan itulah yang memberikan kehidupan kepada kita, karena kehidupan di dalam daging, sama sekali tidak berguna. Kehidupan di dalam Roh hanya bisa di dapatkan bila kita hidup di dalam Firman Tuhan, karena Firman Tuhan adalah Roh yang memberi hidup (Yohanes 6 : 63). Perkataan perkataan Tuhan, perintahNya, laranganNya itulah yang memberi kita kehidupan. Karena merasakan dan menikmati kehidupan yang sesugguhnya hanya bisa didapatkan ketika kita hidup di dalam Roh Tuhan.
Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa orang yang hatinya menjauh dari Tuhan, orang yang bersandar kepada pengertiannya sendiri, orang yang bersandar kepada kekuatannya, TERKUTUKLAH!
Terkutuk menindikasikan kematian. Roh-nya telah mati.
Banyak faktor orang mulai menjauh dari Tuhan. Perkembangan teknologi, pergumulan kehidupan, kekecewaan, sakit hati, perzinahan, sakit penyakit, percabulan dan banyak hal duniawi lainnya yang akhirnya membawa manusia jauh dari Tuhan. Ingatlah, kalau firman Tuhan hari ini mengingatkan kepada kita, ketika kita hidup di dalam kesemuanya itu, TERKUTUKLAH!
Jauh dari Tuhan hanya akan menimbulkan akar kepahitan bagi jiwa dan batin kita. Lama kelaman ini akan berkembang menjadi kesakitan dalam diri kita dan pada akhirnya kita kecewa dengan Tuhan.
Sebenarnya kalau boleh introspeksi diri, tidak ada alasan bagi kita untuk kecewa kepada Tuhan. Tidak ada hak kita untuk merasa kecewa dengan Tuhan. Tidak ada keuntungan bagi kita ketika kita mulai menyerah dan menjauh dari Tuhan. Kita lah yang membutuhkan Tuhan, sepenuhnya.
Ingatlah, Tuhan ada di mana-mana, karena Ia maha hadir. Ketika dikecewakan, disakiti, berbeban berat, hidup penuh dengan pergumulan atau apapun itu rasa sakit, Tuhan sudah lebih dahulu merasakannya. Ia merasakan semuanya itu, bukan karena Ia menanggung dosaNya, tetapi dosa kita. Tetapi tahukah kita, sebegitu peluhNya penderitaan yang ditanggungnya, Tuhan tidak pernah menyerah hingga Ia berhasil memikul salib. Bukan demi diriNya karena Tuhan sama sekali tidak berdosa, tetapi demi kita. Ya, demi memberi kehidupan kekal bagi kita, Ia tidak pernah menyerah. Ia tidak pernah membalas dengan kejahatan, bahkan Ia mendoakan dan tetap mengasihi. Masih ingatkah kita, setelah pengkhianatan yang dilakukan manusia hingga Ia disalib, tetapi di atas kayu salib, Ia tetap berkata : Ya Bapa, ampunilah mereka.
Begitulah Tuhan kita. Luar Biasa..Yesus adalah Tuhan yang sempurna, karena itu, apapun yang sedang kita alami, mendekatlah kepada Yesus dan terus belajar FirmanNya, karena itulah yang akan menyegarkan kita.

Post Terkait