Tetaplah Berdoa!

Renungan Harian, 29 Agustus 2018

1 Tesalonika 5:17

Dalam hal berdoa kepada Tuhan, ada beberapa hal yang bisa kita pelajari :

1. Dalam Matius 6 : 5 menjelaskan bahwa dalam berdoa kita tidak boleh seperti orang munafik. Berdoa seperti orang munafik adalah berdoa hanya agar dilihat orang. Orang seperti ini, Alkitab bilang, mereka sudah mendapat upahnya. Mendapat upahnya maksudnya adalah, mereka mungkin akan mendapatkan puji-pujian dari manusia, tetapi apa yang mereka lakukan TIDAK akan dicatat Tuhan sebagai kebenaran di Surga, karena tidak ada kemunafikan di Surga.

2. Dalam Matius 6 : 6 menjelaskan bahwa ketika berdoa harus dengan hati yang tulus. Tempat yang tersembunyi maksudnya adalah hati, karena dari dalam hatilah, Tuhan, melalui Roh Kudus berbicara kepada kita. Maksud dari ayat ini, bukan berarti kita hanya boleh berdoa di dalam kamar saja, namun berdoa bisa juga dilakukan dimana saja, di dalam angkot, ketika berdiam diri, ketika di kantor, ketika kuliah atau dimana saja, namun harus dengan hati yang tulus dan bukan agar dilihat orang. Kita juga tidak harus menutup mata dan berlutut untuk berdoa bila berada di tempat umum, tetapi ketika kita berbicara kepada Tuhan melalui hati, itu berarti kita sudah berdoa.Tempat yang tersembunyi yang dimaksud adalah berdoa dengan hati, karena Tuhan selalu melihat apa yang tak mampu dilihat manusia yaitu apa yang ada di dalam hati. Dan ketika kita berdoa dengan hati yang tulus maka Tuhan sendiri yang berada di tempat tersembunyi, yaitu Surga, akan membalas
kebaikan itu kepada kita melalui suara hati dan akan berbuah dalam kehidupan.

3. Matius 6 : 7 menjelaskan bahwa ternyata ada penjelasan tentang berkata kata dalam doa. Ternyata doa itu menjadi doa yang salah ketika :
– Dalam doa kita terlalu bertele tele, padahal Tuhan mengetahui sebelum kita meminta (ay 7)
– Dalam doa, kita bukannya merendahkan hati kita, tetapi malah meninggikan diri (Lukas 8 : 10 14)
– Dalam doa, ternyata kita meminta sesuatu hanya untuk memuaskan hawa nafsu duniawi kita (Yakobus 4 : 2 – 3)
– Dan mungkin masih ada faktor yang lain lagi

Artinya kita berdoa tidak dengan ketulusan hati.

Lalu bagaimana seharusnya berdoa..?

Beberapa hal yang bisa kita pelajari tentang ini adalah :

1. Yohanes 4 : 24 mengatakan bahwa Allah adalah Roh, karena itu ketika ingin datang kepada Tuhan Allah dalam doa, maka kita harus berdoa dalam Roh dan kebenaran.
Lalu apa itu Roh ? Beberapa penjelasan tentang Roh Tuhan dapat kita lihat dalam dalam Kitab Roma 8 : 10 dan ayat 14. Dan apa itu kebenaran ? Kebenaran adalah Firman Tuhan sendiri. Roh itu adalah kehidupan yang dipimpin oleh kebenaran, karena Allah adalah kebenaran dan kebenaran itu adalah Firman Tuhan, karena Firman Tuhan adalah Roh yang memberi hidup. Maka berdoa dalam Roh dan kebenaran adalah berdoa, dengan memperkatakan Firman Tuhan di dalam doa kita. Karena Firman Tuhan adalah kebenaran yang sejati dan kehidupan orang percaya adalah kehidupan untuk menggenapi setiap Firman Tuhan.

2. Roma 8 : 26 & 27 menjelaskan bahwa Roh Kuduslah yang membantu kita untuk berdoa kepada Allah. Karena itu kita harus datang kepada Tuhan Allah dalam Roh.

Ada beberapa hal yang bisa kita pelajari
tentang bagaimana sikap ketika kita ingin berdoa :

1. Berdoalah tetap hanya di dalam nama Tuhan Yesus (Filipi 2 : 10, Galatia 6 : 8, Efesus 6 : 18, Yakobus 5 : 16)

2. Mengucap syukurlah kepada Tuhan dalam doa kita, karena itulah salah bukti iman percaya kita kepada Tuhan (Roma 12 : 12, Kolose 4 :2)

3. Berdoalah dengan hati yang tenang (Yakobus 1 : 6-7, 1 Petrus 4 : 7)

4. Berdoalah dengan ketulusan hati (Matius 6 :6)

Jadi ternyata, datang kepada Tuhan dalam doa berarti datang dalam Roh dan Kebenaran. Karena itu, kita harus terus memperbanyak pengertian kita tentang kebenaran Tuhan melalui Kitab Suci.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.