Renungan Harian, 02 Maret 2019
Yosua 1

Setelah Musa meninggal dalam usia 120 tahun, maka Tuhan mengutus Yosua untuk menggantikan posisi Musa untuk memimpin bangsa Israel menuju tanah perjanjian yaitu tanah Kanaan. Firman Tuhan kepada Yosua bahwa Ia akan memimpin bangsa Israel, setiap tanah yang diinjak oleh telapak kaki Yosua, akan Tuhan jadikan milik bangsa itu, Tuhan akan menyertainya, memberkati dan tidak akan pernah meninggalkan mereka. Untuk kesemuanya itu, Tuhan meminta Yosua untuk menguatkan dan meneguhkan hati. Berulangkali Tuhan memperingatkan Yosua untuk  “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu”. Bahkan kemudian Tuhan berkata  “Janganlah kecut dan tawar hati”. Syarat yang Tuhan inginkan adalah kuatkan dan teguhkanlah hatimu, bertindaklah hati-hati, jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri dan merenungkan taurat Tuhan siang dan malam. Dengan melakukannya, maka keberhasilan akan menjadi milik Yosua dan bangsa Israel.

Sama seperti Yosua, kita juga sedang diperhadapkan pada setiap pertandingan kehidupan hingga kini. Jalan menuju “tanah perjanjian” juga berlaku untuk kita. Hingga akhir menutup usia, Tuhan menginginkan kita untuk tetap setia dan bertahan. Sama seperti Yosua, terkadang ada kalanya kita juga merasa kecut dan tawar hati menghadapi berbagai terpaan yang datang. Terkadang rasa kecut dan tawar hati datang ketika pergumulan yang terjadi terasa begitu berat, orang yang menyakiti hati kita atau yang terjadi sama sekali tidak sesuai yang kita harapkan. Hari ini melalui Firman Tuhan, kita boleh belajar bahwa ketika rasa kecut dan tawar hati datang, Tuhan mengingatkan kita untuk tetap “Kuat dan teguhkan hati”.

Selanjutnya, yang Tuhan inginkan adalah bertindak hati-hati. Bertindak hati-hati berarti dalam sikap dan tingkah laku kehidupan kita, landasan kita adalah Firman Tuhan. Jika Firman Tuhan telah berakar dalam kehidupan kita, maka dalam setiap tindakan kita juga tidak akan menjadi sembarangan. Misalnya saja, bila kebencian mencoba memasuki hati kita, mari kita kalahkan itu dengan Amsal 12 : 16 yang mengatakan “Bodohlah orang yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga..”. Dengan mengetahui Firman ini, tentu saja kita tidak akan berani untuk sakit hati, karena Tuhan tidak menginginkannya. Walau terkadang terasa begitu berat, lakukanlah karena Tuhan. Jangan mau menjadi orang bodoh dimata Tuhan, lebih baik dipandang bodoh di mata dunia dan lakukanlah sebaliknya, lepaskanlah pengampunan sama seperti Tuhan Yesus sudah mengampuni dosa kita.

Selanjutnya, jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri. Maksudnya adalah jangan menyimpang dari jalan kebenaran menuju jalan dosa. Ikutilah jalan lurus yaitu jalan kebenaran di dalam nama Tuhan Yesus. Dan renungkanlah taurat Tuhan siang dan malam. Ini adalah yang terpenting dalam kehidupan kita, karena dengan Firman Tuhan, jawaban dari segala pertanyaan kehidupan di dapatkan, kekuatan dari Tuhan boleh kita terima dan hidup kita pasti akan sesuai dengan Firman Tuhan.

Dengan melakukannya dengan sungguh-sungguh, Tuhan berkata : “Kamu akan berhasil dan beruntung”

Semangat menjalani kehidupan seturut dengan Firman Tuhan, PERMATA.

Post Terkait