Tuhan Itu Kaya

Renungan Harian, 25 Januari 2018

1 Korintus 1 : 3 – 17

Setiap orang hampir pasti sudah pernah mendengar ungkapan: “Tuhan itu kaya”. Biasanya ungkapan ini disampaikan untuk memberi motivasi kepada orang- orang yang sedang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya. Diharapkan bahwa orang-orang yang mendengar dan menghayati ungkapan tersebut, memiliki secercah harapan akan pertolongan Tuhan yang kaya itu.Ibarat orang-tua yang tidak akan membiarkan anaknya mengalami kekurangan, Tuhan pasti mencukupkan kebutuhan anakNya.

Di awal suratnya yang pertama untuk jemaat Korintus, Rasul Paulus juga mengungkapkan keyakinannya yang menyiratkan bahwa Tuhan itu kaya. Tuhan kaya dengan anugerah dan kasih karunia.

Karena Tuhan kaya, maka persekutuan jemaat di Korintus juga kaya dalam segala hal (ay.5). Karena Tuhan itu kaya, maka jemaat di Korintus tidak kekurangan akan karunia Tuhan. Selama mereka hidup menanti – nantikan Sang Kristus, maka mereka akan dicukupkan dalam segala hal, dalam segala macam perkataan, dalam segala macam pengetahuan.

Rasul Paulus berharap supaya kekayaan Tuhan yang nyata dalam segala karuniaNya yang diberikan di kehidupan jemaat tersebut tidak disia – siakan. Cara untuk tidak menyia-nyiakan karunia Tuhan itu adalah dengan hidup rukun, seia sekata, erat bersatu dan sehati – sepikir. Jika umat hidup dalam perselisihan, maka artinya anugerah dan karunia Tuhan itu telah disia-siakan

Tuhan memang kaya, karena semua yang ada adalah milikNya dan ciptaanNya. Dia berkenan memberi anugerah dan karuniaNya dalam kehidupan umatNya. Tetapi anugerah dan karunia Tuhan itu bisa menjadi sia – sia ketika manusia tidak menjaganya. Hidup rukun dan saling mengasihi adalah satu bentuk kita menjaga anugerah dan karunia dari Tuhan yang Mahakaya itu. (AB)

“Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara – saudara diam bersama dengan rukun !”  (Mazmur 133 : 1)

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.