Renungan Harian, 25 Agustus 2019
Karena semua yang ada di bumi memiliki batas dan waktu
Segala sesuatu ada waktu dan masanya. Segala yang di bumi baik manusia, hewan, tumbuhan akan mengalami siklus dalam pertumbuhannya. Lebihnya, manusia diberikan Tuhan kuasa untuk menguasai segala yang ada di bumi, baik di darat maupun yang ada di lautan. Namun berkuasa dalam hal ini bukan berarti bertindak semena-mena, tetapi menjadi pemimpin yang bertanggungjawab untuk mengelola nya demi selarasnya sebuah kehidupan.
Manusia diciptakan seturut gambar dan rupa Allah. Dalam dirinya ada Roh Tuhan yang berdiam dan bernaung. Karena itu, manusia tidak hanya terdiri dari tubuh tetapi juga ada jiwa dan roh. Kata Tuhan, tubuh sama sekali tidak berguna, tetapi roh-lah yang memberi hidup. Roh yang dimaksud adalah Roh Tuhan yang juga terdapat dalam Firman Tuhan, karena setiap ayat, perikop maupun kisah dalam Firman Tuhan adalah roh yang memberi hidup. Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama- sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia (Yesus) tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
Jika dirimu menginginkan kebebasan dan kemerdekaan, meleburlah bersama Tuhan, karena di dalam Tuhan ada kemerdekaan. Dikatakan tubuh tidak berguna maksudnya adalah ketika mati, tubuh kembali ke tanah, namun berbicara kehidupan kekal tergantung kepada buah roh dan upah yang kita hasilkan dalam kehidupan dan itu hanya bisa kita dapatkan ketika kita hidup oleh Roh Tuhan. Kehidupan dimana tubuh dikendalikan oleh roh Tuhan yang ada di dalam diri kita.
Pada saatnya nanti, kita akan menuai sebuah tubuh yang sempurna kembali lengkap dengan jiwa dan roh dalam kehidupan kekal, karena itu Tuhan katakan roh-lah yang memberi hidup.
Karena itu, mengejar hadirat Allah merupakan hal yag terpenting dengan terus menerus belajar tentang kebenaran Firman Tuhan di dalam kehidupan. Tidak hanya fokus kepada berkat, namun juga tanggungjawab. Bagaimana menstandarkan kehidupan kita menurut standarnya Tuhan. Lalu ketika kita berkata “Tidak ada satupun yang layak dan sanggup”, maka aku katakan “ya, tentu saja kita tidak sanggup bila mengandalkan kekuatan sendiri”, namun sama seperti Tuhan yang menebus kita, bukankah Yesus adalah Tuhan yang sama yang akan memberi kekuatan kepada kita ?. Sama seperti Firman Tuhan katakan “Kuduslah kamu, sebab Aku kudus”. Tidak ada manusia yang kudus di dunia ini, namun kita dikuduskan Tuhan ketika kita memilih melebur bersamanya.
Mengerti Firman Tuhan adalah kewajiban setiap orang. Tuhan katakan “Aku tidak ingin ada satu dombaKu pun menghilang”, namin pilihan untuk mengikut Yesus berarti kita harus siap lengkap dengan syaratnya ” Pikul salib dan menyangkal diri”.
Berbicara tentang Surga. Sebelum mengerti bagaimana Surga, kita sudah seharusnya memperlengkapi diri untuk dapat masuk ke dalamnya. Tuhan katakan “Bukan orang yang berseru-seru dalam namaKu yang akan diselamatkan, melainkan orang yang melakukan kehendak BapaKu”. Ada juga orang yang mengatakan “Tuhan, bukankah kami telah mengusir setan demi namaMu, menyembuhkan orang sakit demi namaMu, namun Tuhan katakan ‘Enyahlah engkau, engkau pembuat segala kejahatan’. Artinya, miliklah hati yang tulus dalam kasih dan pengajaran yang terus menerus.
Diatas semuanya itu, kenakanlah kasih, sebagai sesuatu yang menyatukan dan menyempurnakan, karena apa yang kauikat di dunia akan terikat di Sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia akan terlepas di Sorga. Tidak ada kemunafikan di Sorga, tidak ada keinginan daging di Sorga, tidak ada keangkuhan hidup di Sorga, tidak keinginan mata di Sorga, tidak ada kebencian, iri hati, nafsu jahat, kelicikan dan semua sampah kehidupan di Sorga. Jadi ketika kamu melepaskan semuanya itu, maka semuanya akan terlepas, namun bila engkau mengikat semua itu untuk masuk di dalam dirimu, maka kesemuanya itu akan terikat padamu dan tentu saja, bukan Tuhan yang tidak ingin engkau masuk ke dalam Kerajaan Sorga, namun engkaulah yang tidak akan tahan berada di Sorga.