Pencobaan

Renungan Harian, 31 Agustus 2018

Matius 4 : 1-11

Kisah tentang Tuhan Yesus yang dicobai oleh iblis dipadang gurun. Ketika itu Tuhan Yesus sedang berpuasa selama 40 hari.

  1. Pencobaan pertama yang dikatakan iblis adalah “Jika Engkau adalah anak Allah, perintahkanlah batu batu ini menjadi roti”. Namun Tuhan Yesus menjawabnya dengan berkata bahwa “Manusia bukan hanya hidup dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (ay 3 & 4).

> Hal yang ingin ditegaskan Tuhan Yesus adalah bahwa anak-anak Allah TIDAK BOLEH bertuhankan perut (Filipi 3 :19). Bertuhankan perut maksudnya bukan berarti tidak boleh makan, tetapi bertuhankan perut adalah orang yang menganggap segala-galanya hanyalah untuk makanan. Tidak ada hal lain yang lebih penting dari makan bahkan tidak jarang ada ungkapan di masyarakat begini “Logika tanpa logistic sama dengan nol”. Ungkapan ini jelas salah dan tidak boleh ada dalam setiap anak Tuhan, karena anak Tuhan HIDUP bukan hanya dari roti saja (artinya kita hidup juga harus makan, tetapi jangan bertuhankan perut) tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah (ini yang terpenting)

  1. Jika Engkau anak Allah, jatuhkanlah dirimu kebawah, SEBAB ADA TERTULIS : Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat malaikatNya dan mereka akan menatang Engkau di atas tanganNya supaya kakimu jangan terantuk pada batu.Tetapi Tuhan Yesus berkata : Janganlah Engkau mencobai Tuhan Allahmu.

> Ini adalah bagian menarik. Ini adalah tipu muslihat iblis zaman sekarang. Lihatlah bagaimana lihaynya  iblis menipu dengan MEMPERGUNAKAN FIRMAN TUHAN dengan mengatakan SEBAB ADA TERTULIS. Zaman sekarang, iblis lebih lihay. Iblis tidak hanya menghasut manusia yang adalah makanannya untuk melakukan tindakan kejahatan, tetapi dia mulai menipu anak-anak Tuhan dengan firman Tuhan dengan memutarbalikkan fakta kebenaran.
Karena itu Matius 24 : 4 – 5, menjelaskan waspadalah, supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu.
Bagi anak muda zaman sekarang, banyak sekali tawaran yang menggiurkan terutama free sex dan narkoba. Slogan kebanyakan anak muda sekarang adalah ” gak maen luu, cemen, dosa mah urusan belakang, kita kan masih muda”, padahal kematian tidak berbicara tua. Kematian bisa datang kapan saja. Lalu ada juga ungkapan “hamil dulu baru pemberkatan”, lalu si pria akan berkata : Tenang, aku akan bertanggungjwab. Ya, walaupaun pada kenyataannya memang mereka menikah dan secara dunia, hidup bahagia, tetapi tetap saja JELAS itu dosa dan itu bukan menjadi sebuah alasan pernikahan bagi anak Tuhan.

Tidak ada dalam firman Tuhan yang mengajarkan melakukan free sex dulu baru menikah, justru Firman Tuhan berkata : Tubuhmu adalah bait Roh Kudus (1 Korintus 6 : 19) jadi Kuduslah kamu, sebab Aku kudus (1 Petrus 1 :16).

Jadi, buat anak muda, jangan pernah mau diajak yang tidak benar. Kalau pasangan kalian menganggap kekudusan adalah hal sepele, TEGASKAN KEPUTUSANMU saat itu juga untuk berkata tidak dan mengakhiri, karena pergaulan yang buruk dapat merusak kebiasaan yang baik (1 Korintus 15 : 33). Jangan karena perasaan tidak enak atau tidak tega atau “kan udah sayang”, kalian MEMBENARKAN yang salah. Kemudian ada lagi yang bilang “kan yang penting dia bertanggungjawab”

Coba dengarkan ini :
Bersama Tuhan itu, lakukan yang BENAR..!!
Dasarnya yang benar, BUKAN yang baik dulu, karena baik adalah relatif tapi kebenaran Tuhan adalah hal yang mutlak. Nah, kebenaran itu hanya bisa diperoleh di dalam Firman Tuhan. Jadi, yang baik itu BELUM TENTU benar tetapi yang BENAR sudah pasti baik.

Amsal 3 : 5 berkata,” Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu dan JANGANLAH bersandar kepada pengertianmu sendiri”. Ayolah anak muda, kalau ada yang ngomong “gag gaul kalau gag free sex”, KITA harus berani berkata “ahh, gag zaman lagi yang begituan bro or sis, ini zamannya KUDUS bro sis”. Buat kamu yang sudah terlanjur masuk, segera bertobat dan berbalik kepada Tuhan dan jangan mau diintimidasi iblis. Ingatlah, “Karena setiap orang telah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, namun Tuhan Yesus menawarkan pertobatan dan pengampunan kepada kita (Roma 3 :23).

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.