Renungan Harian, 20 April 2019

Ada tujuh perkataan Yesus di atas kayu Salib :

1. Yesus berkata : “Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Lukas 23 : 34)

2. Kata Yesus kepadanya, Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama sama dengan Aku di dalam Firdaus ( Lukas 23 : 43)

3. Ketika Yesus melihat ibuNya dan murid yang dikasihiNya disampingnya, berkatalah Ia kepada ibuNya : Ibu, inilah anakMu (Yohanes 19 :26)

4. Kira kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring : Eli eli, lama sabakthani ? Artinya “Allahku Allahku, mengapa engkau meninggalkan Aku ? (Matius 27 : 46)

5. Sesudah itu karena Yesus tahu, segala sesuatu telah usai, berkatalah Ia, supaya genap yang ada tertulis dalam Kitab Suci : Aku haus

6. Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia : Sudah selesai. Lalu Ia menundukkan kepalaNya dan menyerahkan nyawaNya (Yohanes 19 : 30)

7. Lalu Yesus berseru dengan suara nyaring : Ya Bapa, ke dalam tanganMu kuserahkan nyawaKu. Dan sesudah demikian Ia menyerahkan nyawaNya ( Lukas 23 : 46)

Betapa mulianya Tuhan Yesus kita. Sebagai penulis yang menulis renungan kali ini, berulangkali saya menangis menyaksikan apa yang Tuhan Yesus lakukan kepada saya, manusia yang berdosa. Kasih Yesus tak terselami oleh pikiran kita. Hati ini terenyuh. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seseorang yang menyerahkan nyawaNya dan itu hanya dapat kita rasakan di dalam Tuhan Yesus. Marilah kita memaknai kisah penyaliban Tuhan Yesus sebagai sebuah perenungan diri untuk hidup berkemenangan di dalamNya, agar pengorbanan Tuhan Yesus tidak menjadi sia-sia. Berjalan-lah dengan iman percaya akan Tuhan Yesus.

 

Post Terkait