Baca:  Mazmur 80:1-20

“…pulihkanlah kami, buatlah wajah-Mu bersinar, maka kami akan selamat.”  Mazmur 80:4

Di zaman yang modern seperti sekarang ini banyak orang menjadikan penampilan lahiriah sebagai yang utama, teristimewa penampilan wajah.  Mereka berpikir dengan modal penampilan yang menarik  (cantik atau tampan), pintu sukses akan terbuka lebar.  Karena itulah tidak sedikit orang yang menghabiskan banyak uang untuk menjalani oplas (operasi plastik)  supaya wajahnya berubah menjadi lebih menarik dan glowing. Itulah manusia, yang selalu berfokus pada hal-hal yang jasmaniah!

Tahukah kamu bahwa hati manusia (manusia batiniah) jauh lebih diperhitungkan oleh Tuhan daripada hal-hal lahiriah? Karena Tuhan tidak melihat rupa, harta, atau pangkat seseorang, tapi Ia melihat hati.  Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”  (1 Samuel 16:7).  Oleh karena itu firman Tuhan memperingatkan, Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”  (Amsal 4:23), sebab  Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.”  (Amsal 27:19).  Jika hati kita baik dan benar, dari dalam hati kita akan terpancar keluar kemuliaan Tuhan dan wajah pun akan tampak bersinar, sehingga kehidupan kita bisa menjadi berkat dan kesaksian di mana pun berada dan kapan pun.  Dari kehidupan kita akan terpancar kemuliaan Kristus bila kita menjalani hidup dengan iman dan penuh ucapan syukur.  Sebaliknya bila kita menjalani hidup ini dengan bersungut-sungut, mengeluh, dan mengomel, wajah kita akan tampak muram, suram, kusut, sedih, sehingga tak ada pancaran kemuliaan Tuhan, orang lain pun akan  ‘tersandung’  melihatnya.

Dari kehidupan kita akan terpancar kemuliaan Kristus bila kita hidup dalam kebenaran.  Hidup dalam kebenaran berarti tidak ada hal-hal yang tidak beres, tidak ada dosa yang disembunyikan, tidak ada kepura-puraan!  Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.”  (Yesaya 32:17).  Sekalipun diperhadapkan dengan pergumulan berat kita tak kehilangan sukacita, karena kita tahu bahwa Tuhan ada di pihak orang benar. (AB)

Orang benar hidupnya pasti berdampak, karena memancarkan kemuliaan Tuhan!