Yesus adalah Terang Dunia

Renungan Harian, 16 Agustus 2018

Yohanes 3 : 19

Dan inilah hukuman itu : Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan perbuatan mereka jahat.

Dalam Yohanes 3 : 17 dikatakan bahwa Allah mengutus anakNya untuk menyelamatkan dunia dan bukan menghakimi dunia. Itulah tujuan Tuhan Yesus datang kedunia untuk pertama kalinya dan kemudian untuk kedua kalinya, Ia akan datang menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Seorang teman pernah berkata seperti ini : Sudahlah teman, ikut Tuhan itu tidak usah terlalu dalam, lakukan saja apa yang baik dan tidak bercela, baik-baik kita selama hidup, sudah cukup-nya itu. Bukankah nanti Tuhan menghakimi menurut apa yang kita tahu, jadi tidak usah tahu terlalu banyak, karena semakin tahu banyak bisa semakin banyak dosa kita. Kita hanya manusia biasa.

Prinsip teman ini tidak benar sama sekali. Bukan begitu artinya mengikut Tuhan dengan benar. Dari nats ini kita boleh belajar, bahwa memang jika setiap orang yang tidak dilahirkan kembali oleh Roh Tuhan, ia tidak akan dapat melihat Kerajaan Sorga. Dilahirkan kembali bukan bermaksud kembali ke dalam kandungan ibu, tetapi maksudnya adalah kita harus dilahirkan kembali oleh Roh Tuhan, karena kita selama ini telah hidup dalam dosa dan perbuatan daging. Dan untuk merasakan Tuhan, maka Roh Tuhan harus ada di dalam diri kita. Itulah mengapa setiap orang percaya selalu mengundang Roh Kudus untuk hidup di dalam dirinya.

Tentang pengadilan, bagi orang-orang percaya yang dihadapinya adalah pengadilan upah. Tentang seberapa banyak sudah mahkota yang mampu kita raih dan menangkan. Dan itu semua tergantung seberapa banyak kita melayani Tuhan dan menghasilkan buah dalam kehidupan kita pada masa sekarang ini. Jika tidak mau dan sudah merasa hidup nyaman hanya untuk diri sendiri, maka jangan kita terlalu pede berkata bila kita anak Tuhan.

Lalu kita mulai lagi bercerita dan beralasan, kita  hanya manusia biasa dan tidak luput dari dosa dan kita masih tinggal di dunia yang penuh dengan dosa. Well, Inilah salah satu tipu daya iblis buat kita. Iblis mulai membelenggu kita dengan dosa-dosa kita dan selalu mengatakan kita tidak akan mungkin bisa ikut Tuhan, karena kita tidak akan layak bagi Tuhan.

Coba dengarkan ini.

Yohanes 3 : 16 mengatakan, Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa melainkan beroleh hidup yang kekal.

Pahamilah bahwa kasih Allah sungguh teramat tinggi dari langit biru dan teramat dalam lebih dalam dari lautan. (Efesus 3 : 18). Jadi, jangan hidup sebagai anak Tuhan yang hanya sekedarnya saja, tetapi bergaullah erat dengan Tuhan. Maka kita akan menyadari betapa Tuhan sangat mengasihi kita dan menganggap kita layak bagiNya.

Yohanes 15 : 19 mengatakan, sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah nemilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu.

Dari nats ini sudah sangat menjelaskan bahwa memang manusia hidup di dunia, tetapi kita, anak-anak Tuhan bukan berasal dari dunia, jadi kita tidak hidup di dalam keinginan daging tetapi hidup di dalam Roh Tuhan. Sama seperti Tuhan Yesus yang berasal dari Sorga, kita pun telah dipilih Tuhan dari dunia untuk menjadi warga Kerajaan Sorga. Jadi, bermegahlah selalu di dalam Tuhan.

Meneladani Yesus dalam kehidupan, tidak cukup hanya dengan percaya, namun kita juga harus menghasilkan buah dalam kehidupan.

Post Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.